April 18, 2021

Biden Sebut Putin Pembunuh, Rusia Tarik Dubes di AS Pulang

Rusia menarik kembali duta besarnya di Washington D. C sehabis Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyebut Presiden Vladimir Putin selaku pembunuh.

” Duta Besar Rusia di Washington, Anatoly Antonov, sudah dimohon kembali ke Moskow buat konsultasi serta menganalisis apa yang wajib dicoba serta ke mana wajib berangkat dalam konteks ikatan dengan AS,” bunyi statment Departemen Luar Negara Rusia pada Kamis( 18/ 3).

Wakil Menlu Rusia, Sergei Ryabkov, berkata Biden wajib” bertanggung jawab” atas kedekatan AS- Rusia yang melemas.

Dilansir AFP, kedekatan Kremlin serta Gedung Putih kembali memanas sehabis laporan intelijen AS menyebut Rusia berupaya campur tangan dalam pilpres 2020 serta merugikan pencalonan Biden.

Dalam suatu wawancara dengan ABC News, Biden menegaskan kalau Putin hendak membayar konsekuensi atas campur tangan Rusia tersebut.

” Ia hendak membayar biayanya,” kata presiden berumur 78 tahun itu Berita Politik, Olahraga dan Hiburan Amerika .

Tidak hanya permasalahan pemilu AS, Putin pula tengah terletak dalam tekanan terpaut pemenjaraan aktivis Alexei Navalny.

Navalny ialah kritikus vokal Putin yang ditahan setibanya di Moskow pada Januari kemudian sehabis melaksanakan perawatan serta pemulihan di Jerman usai diprediksi diracun dengan zat saraf Novichok.

Banyak pihak menebak Navalny diracun oleh agen Rusia akibat kritiknya sepanjang ini terhadap pemerintahan Putin.

Dalam wawancara itu, Biden ditanyai apakah baginya Putin merupakan pembunuh. Dia juga menanggapi” Ya,( aku menganggapnya pembunuh).”

Sehabis diprediksi mencampuri pilpres AS 2016, intelijen AS pada Selasa( 16/ 3) menebak Rusia kembali berupaya turut campur dalam pemilu presiden 2020.

Campur tangan dicoba Rusia dengan melaksanakan pembedahan buat merendahkan pencalonan Presiden Biden serta Partai Demokrat, menunjang mantan Presiden Trump, mengganggu keyakinan publik dalam proses pemilu, serta memperparah perpecahan sosial politik di AS.

Tidak hanya Rusia, laporan pula menguak terdapat sebagian musuh asing yang berupaya turut mengintervensi pemilu AS.

Baca Juga : Panduan Investasi Saham untuk Pemula

” Tetapi, tidak terdapat gejala kalau aktor asing itu berupaya mengganti aspek teknis apa juga dari proses pemungutan suara pada pemilu AS 2020, tercantum registrasi pemilih, pemberian suara, pemungutan suara, tabulasi, ataupun hasil pelaporan,” bunyi kutipan laporan itu.

Sepanjang ini, belum terdapat gejala AS hendak menarik duta besarnya dari Moskow. Seseorang juru bicara Kemlu AS berkata perwakilan AS hendak senantiasa di Moskow dengan harapan mempertahankan” saluran komunikasi terbuka” serta buat” kurangi resiko salah perhitungan antara kedua negeri.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *